RSS

Monthly Archives: January 2010

Mewaspadai Hacker

Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya, terutama keamanan.
Terkadang konfigurasi yang salah pada sistem komputer kita yang kita anggap bukan masalah yang berarti, justru menjadi celah keamanan bagi para penyusup. Untuk dapat mengatasinya lebih baik rasanya jika kita mengetahui jenis-jenis serangan yang dapat terjadi untuk menjaga stabilitas sistem.
Berikut serangan-serangan yang dapat terjadi dan mengancam keamanan system:

1. IP SPOOFING.
IP Spoofing yaitu pemalsuan alamat IP penyusup sehingga sasaran menganggap alamat IP penyusup adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan penyusup mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika penyusup melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C. IP Spoofing terjadi ketika seorang penyusup ‘mengakali’ packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan ecara transparan dan jelas sehingga membuat penyusup dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh penyusup tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para penyusup.
Solusi untuk mencegah IP spoofing adalah dengan cara mengamankan packet-packet yang ditransmisikan dan memasang screening policies. Enkripsi Point-to-point juga dapat mencegah user yang tidak mempunyai hak untuk membaca ata/packet. Autentikasi dapat juga digunakan untuk menyaring source yang legal dan bukan source yang sudah di spoof oleh attacker. Dalam pencegahan yang lain, Admininistrator dapat menggunakan signature untuk paket-paket yang berkomunikasi dalam networknya sehingga meyakinkan bahwa paket tersebut tidak diubah dalam perjalanan.

2. FTP ATTACK.
Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang penyusup mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang diserang. Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki. Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow. Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce attack (menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui informasi yang berada dalam system.

3. UNIX FINGER EXPLOIT.
Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efisien untuk men-sharing informasi diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan peraturan, kebanyakan sistem Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang penyusup, utility ini sangat berharga untuk melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact. Utility ini juga menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem. Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha penyusup dalam menembus sebuah sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi seorang penyusup untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap sistem.

4. FLOODING & BROADCASTING.
Seorang penyusup bisa mengurangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua station yang berada dalam network serangan ini dinamakan broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya menyerah. Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or volume). Seorang penyusup dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan. Penyusup sering kali menggunakan serangan flooding ini untuk mendapatkan akses ke system yang digunakan untuk menyerang network lainnya dalam satu serangan yang dinamakan Distributed Denial Of Service(DDOS). Serangan ini seringkali dipanggil smurf jika dikirim melaluli ICMP dan disebut fraggles ketika serangan ini dijalakan melewati UDP.
Suatu node (dijadikan tools) yang menguatkan broadcast traffic sering disebut sebagai Smurf Amplifiers, tools ini sangat efektif untuk menjalankan serangan flooding. Dengan melakukan spoofing terhadap network sasaran, seorang attacker dapat mengirim sebuah request ke smurf amplifier, Network yang di amplifiying (dikuatkan) akan mengirim respon kesetiap host di dalam network itu sendiri, yang berarti satu request yang dilakukan oleh penyusup akan menghasilkan pekerjaan yang sama dan berulang-ulang pada network sasaran, hasil dari serangan ini adalah sebuah denial of service yang tidak meninggalkan jejak. Serangan ini dapat diantisipasi dengan cara menolak broadcast yang diarahkan pada router. TCP-level Flooding (kebanyakan SYN ATTACK) telah digunakan pada bulan februari tahun 2000 untuk menyerang Yahoo!, eBay dll yang menggunakan serangan DDOS(Distributed Denial Of Service). Network yang tidak menggunakan firewall untuk pengecekan paket-paket TCP biasanya bisa diserang dengan cara ini. Beberapa fungsi penyaringan pada firewall (Firewall Filtering Function) biasanya akan mampu untuk menahan satu serangan flooding dari sebuah alamat IP, tetapi serangan yang dilakukan melalui DDOS akan sulit di cegah karena serangan ini seperti kita ketahui datangnya dari berbagai alamat IP secara berkala. Sebenarnya salah satu cara untuk menghentikan serangan DDOS adalah dengan cara mengembalikan paket ke alamat asalnya atau juga dengan cara mematikan network(biasanya dilakukan oleh sistem yang sudah terkena serangan sangat parah).
Sebagai lanjutan artikel sebelumnya tentang Jenis Serangan Penyusup Sistem, berikut serangan-serangan lain yang dapat terjadi dan mengancam keamanan sistem, yang dapat dilakukan oleh penyusup dalam hal ini hacker maupun cracker.

5. Fragmented Packet Attacks.
Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama (kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memproses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa tipe sistem menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah (fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol. Paket yang dipecah juga dapat mengakibatkan suasana seperti serangan flooding. Karena paket yang dipecah akan tetap disimpan hingga akhirnya di bentuk kembali ke dalam data yang utuh, server akan menyimpan paket yang dipecah tadi dalam memori kernel. Dan akhirnya server akan menjadi crash jika terlalu banyak paket-paket yang telah dipecah dan disimpan dalam memory tanpa disatukan kembali. Melalui cara enumerasi tentang topographi network sasaran, seorang attacker bisa mempunyai banyak pilihan untuk meng- crash packet baik dengan cara menguji isi firewall, load balancers atau content – based routers. Dengan tidak memakai system pertahanan ini, network sasaran jauh lebih rawan untuk perusakan dan pembobolan. Karena paket yang dipecah(fragmented packet) tidak dicatat dalam file log sebelum disatukan kembali menjadi data yang utuh, packet yang dipecah ini memberikan jalan bagi hacker untuk masuk ke network tanpa di deteksi. Telah banyak Intrusion Detection System (IDS) dan saringan firewall(firewall filters) yang memperbaiki masalah ini, tapi masih banyak juga system yang masih dapat ditembus dengan cara ini.

6. EMAIL EXPLOSIT.
Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function). Serangan mail flood (flood =air bah) terjadi ketika banyak sekali e-mail yang dikirimkan oleh penyusup kepada sasaran yang mengakibatkan transfer agent kewalahan menanganinya, mengakibatkan komunikasi antar program lain menjadi tidak stabil dan dapat membuat system menjadi crash. Melakukan flooding merupakan cara yang sangat kasar namun efektif, maksudnya untuk membuat suatu mail server menjadi down. Salah satu jalan yang menarik dalam melakukan serangan mail-flooding adalah dengan mengexploitasi fungsi auto-responder (auto-responder function) yang terdapat dalam kebanyakan aplikasi email, ketika seorang penyusup menemukan auto-responder yang sedang aktif dalam dua sistem yang berbeda, sang penyusup bisa saja mengarahkan yang satu ke yang lainnya, karena kedua-duanya di set untuk merespond secara sacara otomatis untuk setiap pesan, maka kedua-duanya akan terus mengenarate lebih banyak e-mail secara loop(bolak-balik) dan akhirnya kedua-duanya akan kelelahan dan down. Serangan memanipulasi perintah (command manipulation attack) dapat mengakibatkan sebuah system menjadi crash dengan cara menggulingkan mail transfer agent dengan sebuah buffer overflow yang diakibatkan oleh perintah (fungsi) yang cacat (contoh: EXPN atau VRFY). Perbedaan antara mail flood dan command manipulation: command manipulation meng-exploit kekuasaan milik sendmail yaitu memperbolehkan penyusup untuk mengakses sistem tanpa informasi otorisasi (menjadi network admin tanpa diketahui) dan membuat modifikasi pada penjalanan program lainnya. Mengaktifkan command yang cacat seperti diatas juga dapat mengakibatkan seorang penyusup mendapatkan akses untuk memodifikasi file, menulis ulang, dan tentunya saja membuat trojan horses pada mail server. Penyerangan tingkat transport (transport level attack) dilakukan dengan cara mengexploit protokol perutean/pemetaan e-mail diseluruh internet: Simple Mail Tranport Protocol (SMTP). Seorang penyusup dapat mengakibatkan kondisi kesalahan sementara (temporary error) di target system dengan cara mengoverload lebih banyak data pada SMTP buffer sehingga SMTP buffer tidak bisa menanganinya, kejadian ini dapat mengakibatkan seorang penyusup terlempar dari sendmail program dan masuk kedalam shell dengan kekuasaan adminitsrasi bahkan dapat mengambil alih root. Beberapa serangan exploitasi juga sering terjadi pada POP dan IMAP. Pada saat kerawanan SMTP sulit untuk di exploitasi, attacker mungkin saja berpindah ke serangan tranport level jika ia tidak berhasil menyerang dengan cara command manipulation ataupun mail-flood. Serangan ini lebih digunakan untuk membuat gangguan daripada untuk menjebol suatu system. Seorang penyusup biasanya akan menggunakan serangan jenis untuk mem flood Exchange Server dan memotong lalu lintas e-mail (trafic e-mail). Serangan ini juga dapat digunakan untuk membuat reputasi suatu organisasi menjadi buruk dengan mengirimkan spam atau offensive e-mail ke organisasi lainnya dengan sumber dan alamat dari organisasi tersebut. Mail relaying, proses memalsukan asal/source email dengan cara meroutekannya ke arah mesin yang akan dibohongi, adalah type lain dari serangan transport-level. Teknik ini sangat berguna untuk membuat broadcasting spam secara anonymous. Berbagai macam isi(content) yang sering dikirim lewat e-maildengan teknik ini biasanya adalah content-content yang merusak. Beberapa Virus dan Worms akan disertakan dalam e-mail sebagai file attachment yang sah, seperti variant Melissa yang nampak sebagai Ms Word Macro atau loveletter worm yang menginfeksi system dan mengemailkan dirinya sendiri ke users yang berada dalam address booknya outlook. Kebanyakan antivirus scanner akan menangkap attachment seperti ini, tetapi visrus dan worm baru serta variannya masih tetap berbahaya. Serangan yang terakhir yang dilakukan oleh seorang penyusup selain serangan diatas adalah dengan cara melakukan social enginering, kadang sang penyusup mengirim e-mail dengan source memakai alamat admin agar users mengirimkan passwordnya untuk mengupgrade system.

7. DNS dan BIND Vurnelabilities.
Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation). Kesalahan pada BIND sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Semenjak permulaanya, standar BIND merupakan target yang paling favorite untuk diserang oleh komunitas cracker karena beberapa kerawanannya. Empat kerawanan terhadap buffer overflow yang terjadi pada bulan Januari lalu hanya beberapa bagian dari kerawanan untuk diexploitasi oleh para cracker agar mendapat akses terhadap system dan melakukan perintah dengan hak penuh (command execution priviledge). Kerawanan pada BIND merupakan masalah yang sangat serius karena lebih dari 80 persen DNS yang berada di Jagat Internet dibangun menggunakan BIND. Tanpa adanya DNS dalam lingkungan Internet Modern, mungkin transmisi e-mail akan sulit, navigasi ke situs-situs web terasa rumit dan mungkin tidak ada hal mudah lainnya yang menyangkut internet. Kerawanan BIND bukan hanya terletak pada DNS. System penerjemah alamat (number-address translator) merupakan subject dari kebanyakan exploit, termasuk untuk melakukan penyerangan di tingkat informasi, penyerangan Denial Of Service, pengambil alihan kekuasaan dengan hijacking. Penyerangan di tingkat Informasi bertujuan untuk membuat server menjawab sesuatu yang lain dari jawaban yang benar. Salah satu cara untuk melakukan serangan jenis ini adalah melalui cache poisoning, yang mana akan mengelabui remote name server agar menyimpan jawaban dari third-party domain dengan cara menyediakan berbagai macam informasi kepada domain server yang mempunyai autorisasi. Semua pengimplementasian serangan terhadap DNS akan mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dilakukan jika jawaban dari suatu pertanyaan yang spesisfik bisa dibohongi (spoof). DOS atau membuat Server tidak dapat beroperasi, bisa dilakukan dengan cara membuat DNS menyerang dirinya sendiri atau juga dengan cara mengirimkan traffic-flooding yang berlebihan dari luar, contohnya menggunakan “Smurf” ICMP flood. Jika suatu organisasi atau perusahaan memasang authoritathive name server dalam satu segment yang terletak dibelakang satu link atau dibelakang satu physical area, maka hal ini akan menyebabkan suatu kemungkinan untuk dilakukannya serangan Denial Of Service.

Cracker akan mencoba untuk menyerang system melalui DNS dengan cara buffer overflow, yaitu salah satu exploit yang sangan berpotensi pada kerawanan BIND. Gangguan exploit terjadi karena adanya kelemahan dalam pengkodean/pemrograman BIND yang mengizinkan seorang attacker untuk memanfaatkan code-code yang dapat dieksekusi untuk masuk kedalam system. Beberapa system operasi telah menyediakan patch untuk stack agar tidak dapat dieksekusi, sebagaimana juga yang dilakukan compiler (menyediakan patch) yang melindungi stack dari overflow. Mekanisme perlindungan ini stidaknya membuat cracker akan sulit menggunakan exploit. Telah jelas bahwa mengupdate system secara berkala dan menggunakan patch adalah salah satu yang harus dilakukan untuk membangun security yang efektif, jika vendor dari DNS anda tidak menyediakan patch secara berkala, anda lebih baik mengganti software DNS anda yang menyediakan patch secara berkala, tentunya untuk menjaga kemanan system.Pada system Unix , BIND harus dijalankan sebagai root untuk mengatur port yang lebih rendah (kodekode mesin). Jika software DNS dapat dibodohi untuk menjalankan code-code berbahaya, atau membuka file-file milik root, user local mungkin saja bisa menaikan kekuasaannya sendiri didalam mesin. Organisasi atau perusahaan yang mengubah authoritative server juga harus waspada bahwa mengganti server mereka dalam waktu yang bersamaan akan mengakibatkan domain mereka di hijack melalui cache poisoning. Mengubah server seharusnya dilakukan sebagai proses transisi. Untuk mencegah domain hijacking sebaiknya network admin terlebih dahulu menambahkn server barunya kedalam network infrastuktur sebelum mengganti server yang lama.

8. Password Attacks.
Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang keamanan. Kadang seorang user tidak perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP. Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang penyusup mungkin saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka sesuatu yang dilindungi oleh password. Ketika seorang penyusup berhasil mendapatkan password yang dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai hal ini dengan cara teknikal. Kebanyakan serangan yang dilakukan terhadap password adalah menebak (guessing), brute force, cracking dan sniffing. Penebakan(guessing) password bisa dilakukan dengan cara memasukan password satu persatu secara manual ataupun dengan bantuin script yang telah diprogram. Kebanyakan user menggunakan hal-hal yang umum untuk password mereka diantaranya tanggal lahir, dan biasanya user tidak menghawatirkan tentang aturan yang berlaku pada perusahaan untuk menggunakan kombinasi alphanumeric dan minimal 7 karakter. Jika saja user memakai tanggal lahirnya sebagai password maka hal penyerangan akan sangat mudah dilakukan, karena cracker tidak membutuhkan waktu yang lama hanya untuk menjebol 6 digit angka tanggal lahir. Beberapa user atau bahkan administrator dapat membuat pekerjaan cracker menjadi mudah andai saja mereka lupa untuk merubah password default dari sebuah software. Sebenarnya, password guessing merupakan sesuatu yang sangat tidak efektif, dan dapat menghabiskan waktu. Network admin bisa dengan mudah mendeteksi serangan jika seorang attacker mencoba login dengan menebak password berkali-kali. Brute-force merupakan serangan yang menggunakan logika yang sama dengan password guessing tetapi serangan brute-force lebih cepat dan lebih powerfull. Dalam tipe serangan ini seorang penyusup menggunakan script (biasanya program cracking gratis) yang akan mencoba password-password umum(biasanya terdapat dalam dictionary). Tujuan dari serangan jenis ini adalah untuk mempercepat penemuan password sebelum network admin menyadari adanya serangan. Walaupun serangan Brute-force lebih efisien daripada password guessing, kedua teknik tersebut pada dasarnya sama. Attacker umumnya lebih sulit untuk berhasil dengan kedua metoda tersebut. Lebih jauh lagi, kedua teknik tersebut sangat mudah di lawan dengan memanfaatkan features blacklisting, yang akan mengunci sebuah account user jika seseorang(penyusup) berkali-kali memasukkan password secara tidak tepat. Contohnya, default blacklist dalam system unix adalah tiga kali (kesempatan memasukkan password). Kelemahan dari perlindungan blacklist adalah bahwa feature blacklist ini dapat digunakan untuk menyerang system oleh penyusup. Sebagai contoh, jika seorang penyusup dapat mengidentifikasi siapa login name untuk network admin, sang penyusup bisa saja menngunakan login name itu dan memasukkan password yang salah berulangkali dan akhirnya mengunci account admin. Ketika sang admin sedang berusaha untuk mendapatkan aksesnya kembali, seorang penyusup masih bisa untuk berhubungan dengan system. Password cracking adalah metoda untuk melawan perlindungan password yang dienkripsi yang berada di dalam system. Dengan anggapan bahwa penyusup telah masuk kedalam system, ia bisa saja mengubah kekuasaannya didalam system dengan cara meng crack password file menggunakan metode brute-force dictionary attack (mencocokan kata-kata yang berada dalam kamus dengan kata-kata yang dienkripsi dalam file password). Keberhasilan menggunakan cara ini bergantung pada kecepatan prosesor dan program yang dimiliki oleh attacker. Cara yang terbaik untuk menghindari serangan jenis ini adalah dengan memonitor kewenangan akses pada file. Dengan cara mengintip lalulintas pada port telnet(23) ataupun HTTPD (80), seorang attacker dapat mendapatkan password yang digunakan untuk internet dan koneksi secara remote melalui proses yang dinamakan password snifing. Cara inilah yang paling mudah dilakukan karena kedua koneksi tersebut tidak menggunakan enkripsi, kecuali koneksi yang menggunakan SSL (secure socket layer) pada HTTPD (biasanya ada tanda gembok terkunci dibawah browser, yang menandakan transaksi aman) atau juga menggunakan SSH (Secure SHell) untuk koneksi ke mesin lain secara remote.
Sebagai bagian terakhir dari artikel sebelumnya, berikut kami tampilkan jenis-jenis serangan yang dapat dilakukan oleh penyusup (baca: Hacker/Cracker) untuk menyerang sistem yang kita miliki. Tanpa bermaksud mengajarkan menjadi “penyusup” artikel ini semata-mata agar kita dapat waspada akan segala kemungkinan serangan yang mengancam keamanan sistem yang kita miliki/kelola.

9. PROXY SERVER ATTACKS.
Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan proses dari beberapa host dalam suatu network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem saya akan bisa juga saya lakukan dalam sistem anda dan sebaliknya. Jika firewall yang berada dalam trusted network tidak dikonfigurasikan secara optimal, khususnya untuk memblok akses dari luar, apalagi jika autentikasi dan enkripsi tidak digunakan, seorang penyusup bisa menyerang proxy server dan mendapatkan akses yang sama dengan anggota network lainnya. Jika penyusup sudah masuk ke sistem ia tentunya bisa melakukan apa saja dan ia bisa melakukan DDOS (distributed denial of service) secara anoymous untuk menyerang network lain. Router yang tidak dikonfigurasikan secara optimal juga akan berfungsi sebagai proxy server dan akan mengakibatkan kerawanan yang sama dengan proxy server.

10.REMOTE COMMAND PROCESSING ATTACKS.
Trusted Relationship antar dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain sIstem (dalam network). Penyusup akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.

11. REMOTE FILE SYSTEM ATTACKS.
ProtoKol-protokol untuk tranportasi data yang merupakan tulang punggung dari internet adalah tingkat TCP (TCPLevel) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network dan host. Penyusup bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk mendapatkan akses ke direktori file. Tergantung pada OS (operating system) yang digunakan, penyusup bisa meng extrack informasi tentang network, sharing privileges, nama dan lokasi dari user dan groups, dan spesifikasi dari aplikasi atau banner (nama dan versi software). System yang dikonfigurasi atau diamankan secara minimal akan dengan mudah membeberkan informasi ini bahkan melalui firewall sekalipun. Pada system UNIX, informasi ini dibawa oleh NFS (Network File System) di port 204, sedangkan Windows menyediakan data ini pada SMB (server messaging block) dan Netbios pada port 135 – 139(NT) dan port 445 pada win2k. Network administrator bisa meminimalisasi resiko yang akan terjadi dengan menggunakan Protokol-protokol tersebut dengan memberikan sedikit peraturan. Network dengan sistem operasi windows, harusnya memblok akses ke port 139 dan 445 dari luar network, jika dimungkinkan. Dalam system unix port 2049 seharusnya di blok, sharing file dibatasi dan permintaan file melalui showmount (perintah dalam unix) seharusnya di catat dalam log.

12. SELECTIVE PROGRAMS INSERTIONS.
Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika penyusup menaruh program-program penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik) pada sistem sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini mempunyai kemampuan untuk merusak sistem, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan membuka backdoor. Biasanya antivirus yang dijual dipasaran akan dapat mendeteksi dan membersihkan program-program seperti ini, tetapi jika ada virus baru, virus scanner belum tentu dapat menghadapi script-script baru. Beberapa network administrator melakukan pertahan terhadap malware dengan teknologi alternatif seperti behaviour blockers, yang memberhentikan kode-kode yang dicurigai berdasarkan contoh kelakuan malware, bukan berdasarkan signature. Beberapa aplikasi lainnya akan mengkarantina virus dan code-code yang dicurigai didalam daerah yang dilindungi, biasanya disebut sandboxes.

13. PORT SCANNING.
Melalui port scanning seorang penyusup bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah sistem dari berbagai macam port. Seorang penyusup bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi. Misalnya, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.

14. TCP/IP SEQUENCE STEALING, PASSIVE PORT LISTENING & PACKET INTERCEPTION
TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force, serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like. TCP/IP Sequence Stealing adalah pemetaan dari urutan nomor-nomor (angka), yang bisa membuat packet milik penyusup terlihat legal. Ketika suatu sistem meminta sesi terhadap mesin lain, kedua sistem tersebut saling bertukar nomor-nomor sinkronisasi TCP. Jika tidak dilakukan secara acak, penyusup bisa mengenali algoritma yang digunakan untuk menggenerate nomor-nomor ini. Urutan nomor yang telah dicuri bisa digunakan penyusup untuk menyamar menjadi salah satu bagian dari sistem tadi, dan akhirnya memperbolehkannya untuk melewati firewall. Hal ini sebenarnya efektif jika digunakan bersama IP Spoofing. Melalui passive port listening, seorang penyusup dapat memonitor dan mencatat (log) semua pesan dan file yang dikirim ke semua port yang dapat diakses pada target sistem untuk menemukan titik kerawanan. Packet Interception adalah bagian (tepatnya pelapis) dari active listener program yang berada pada port di sistem sasaran yang berfungsi untuk menerima ataupun mengembalikan semua tipe pesan (data) spesifik yang dikirim. Pesan tersebut bisa dikembalikan ke unauthorized sistem, dibaca dan akhir nya dikembalikan lagi baik tanpa perubahan atau juga dengan perubahan kepada penyusup, atau bahkan tidak dikembalikan. Dalam beberapa versi atau juga menurut konfigurasi dari user SSHD(secured shell daemon), otentikasi bisa dilakukan dengan cara menggunakan public key (milik mesin tentunya). Jika seorang penyusup mempelajari public key yang digunakan, ia bisa menciptakan atau memasukan paket-paket palsu. Sistem sasaran akan menganggap pengirim paket palsu tersebut mempunyai hak akses.

15. HTTPD ATTACKS.
Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods. HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena penyusup menambahkan errors pada port yang digunakan untuk web traffic dengan cara memasukan banyak karakter dan string untuk menemukan tempat overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang penyusup akan memasukkan string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan penyusup akses ke command prompt. Beberapa feature dari HTTPD bisa digunakan untuk meciptakan HTTPD byapass, memberi akses ke server menggunakan fungsi logging. Dengan cara ini, sebuah halaman web bisa diakses dan diganti tanpa dicatat oleh web server. Cara ini sering digunakan oleh para cracker, hacktivis dan cyber vandals untuk mendeface website. Sedangkan kerawanan pada script-script web bisa terjadi pada semua bahasa pemrograman web dan semua ekstensi aplikasi. Termasuk VB, Visual C++, ASP, TCL, Perl, PHP, XML, CGI dan Coldfusion. Pada dasarnya, attacker akan mengexploitasi kelemahan dari sebuah aplikasi, seperti CGI script yang tidak memeriksa input atau kerawanan pada IIS RDS pada showcode.asp yang mengizinkan menjalankan perintah secara remote (remote command priviledges). Melalui cross scripting dan cross-site scripting seorang attacker bisa mengexploitasi pertukaran cookies antara browser dan webserver. Fasilitas ini dapat mengaktifkan script untuk merubah tampilan web dll. Script ini bisa menjalankan malware, membaca infomasi penting dan meng expose data sensitive seperti nomor credit card dan password. Pada akhirnya attacker dapat menjalankan denial of service dengan URL flood, yang dilakukan dengan cara mengulang dan terus mengulang permintaan terhadap port 80 httpd yang melalui batas TTL (time to live).
Beberapa user ataupun manager mungkin benci mendengar serangan-serangan tersebut. Tapi pada kenyataanya memang tidak ada yang benar-benar fix untuk mengamankan network ataupun website. Keamanan adalah suatu proses, bukan produk. Jika anda memasang firewall, IDSes(instrusion detection system), routers dan honeypots (system untuk jebakan) mungkin dapat menyediakan lapisan-lapisan untuk bertahan, tetapi sekali lagi peralatan paling canggih di dunia tidak akan menolong suatu organisasi sampai organisasi tersebut mempunyai proses untuk mengupgrade system, memakai patch, mengecek security pada system sendiri dan metode lain.
Telah banyak perusahaan yang memakai IDSes tetapi tidak memonitor file log, mereka menginstall firewall, tetapi tidak mengupgradenya. Jalan terbaik untuk melindungi website maupun network dari serangan adalah mendekatkan keamanan sebagaimana tantangan yang sedang terjadi terhadap keamanan itu sendiri, terus berusaha, selalu ingat basicnya.

sumber: http://www.wa1.web.id

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 3, 2010 in Artikel

 

Penyakit Alzheimer

orang lupa

Alzheimer atau sebutannya az-zhai-me, merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya ‘kekanak-kanakan karena usia tua’ yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on January 3, 2010 in Artikel

 

Cinta itu buta

Mengapa terkadang ada pepatah “Cinta itu Buta”
Ada yang tahu asal muasal pepatah tersebut?
Ini ada artikel yang menceritakan “Mengapa Cinta Itu Buta”

Pada masa dulu, sebelum dunia diciptakan seperti yang kita kenal
sekarang, dan manusia belum lagi menginjakkan kakinya di sana, semua
sifat kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa
bosan, tak tahu apa yang hendak dilakukan.

Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi daripada
sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul :”Mari kita
bermain petak umpet.” Mereka semua menyukaiide tsb, dan secara tiba2.
Madness/Kegilaan berteriak: “Aku ingin menghitung, biar aku saja yang
menghitung!”

Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin mencari kegilaan,
semua yang lain setuju saja. Kegilaan segera bersandar kepohon dan
mulai menghitung, “Satu, dua, tiga…”

Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tsb
bersembunyi. Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan,
Pengkhianatan bersembunyi di tumpukan sampah. Kasih sayang bergulung
di antara awan, dan Nafsu Kegairahan pergi ke tengah2 bumi. Kebohongan
berkata akan bersembunyi di bawah batu, tapi ternyata justru
bersembunyi di dasar danau. Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam
kantung yang kemudian ternyata dirobeknya karena kantung itu dirasanya
tidak nyaman.

Dan Kegilaan masih terus menghitung, “Tujuh puluh sembilan, delapan
puluh, delapan puluh satu…” Ketika itu, semua sifat tsb telah
bersembunyi — kecuali Cinta. Seperti Keragu – raguan, demikianlah
cinta, dia tak bisa memutuskan kemana harus bersembunyi.

Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu betapa sulitnya
menyembunyikan cinta. Pada saat Kegilaan sampai pada hitungan ke-99,
Cinta segera melompat bersembunyi ke kebun bunga Mawar. Dan dengan
bersemangat Kegilaan berbalik dan berteriak, “Bersiaplah, ini aku
datang! Akan kutemukan kalian semua”

Kemalasan adalah yang pertama ditemukan, karena dia bahkan tidak punya
energi untuk mencoba bersembunyi, disusul oleh Keragu- raguan, yang
masih mondar-mandir karena tak tahu ke mana harus sembunyi.

Kemudian, secara hampir beruntun Kegilaan segera menemukan Kelembutan
di ujung bulan, Kebohongan didasar danau dan Gairah di tengah2 bumi.
Satu persatu Kegilaanmenemukan mereka semua, kecuali lagi2 Cinta.
Kegilaan mulai menjadi semakin gila, karena putus asa untuk menemukan
Cinta.

Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta yang belum juga ditemukan,
berbisik pada Kegilaan, “Kau hanya perlu mencari Cinta, dan dia
bersembunyi di semak bunga Mawar.” Kegilaan mengambil garpu taman dan
menusuk2annya serampangan kearah semak Mawar. Dia terus menusuk nusuk
sampai terdengar suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti.
Cinta keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan
tangan. Di antara jari – jarinya mengalir darah segar yang ternyata
berasal dari kedua belah matanya.

Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk menemukan Cinta, tanpa sengaja
telah melukai Cinta. “Apa yang telah kulakukan!” teriaknya menyesal.
“Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya? ” Cinta
menjawab, “Kau tak mungkin memperbaikinya. Tapi kalau kamu bersedia
melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi penuntunku.”

Dan semenjak itulah, Cinta itu buta namun dia bisa melihat dalam
kegelapan, karena dia selalu didampingi oleh Kegilaan

sumber: Forum bebas Indonesia

 
Leave a comment

Posted by on January 3, 2010 in Artikel