RSS

Monthly Archives: April 2010

♥ Manusia dan Cinta Kasih ♥

Cintaaa… ♥ ♥ ♥
Siapa yang tidak mengenal cinta??
Cinta adalah sesuatu yang diimpikan oleh hampir setiap orang. Cinta itu indah, cinta itu semangat, motivasi dan suatu tujuan akhir. Semua orang pasti ingin mencintai atau dicintai oleh orang lain, oleh diri sendiri dan Tuhan.
Manusia dapat hidup karena cinta, cinta diri dan cinta sanak famili. Orang tua susah payah mencari nafkah membanting tulang dikarenakan cintanya pada buah hatinya, mereka ingin melihat buah hatinya tumbuh besar dan bahagia. Cinta sesama, manusia adalah makhluk sosial yang butuh perhatian dari orang lain, manusia tidak akan dapat hidup sendiri, dan mereka butuh suatu kelompok yang akan memberikan identitas bagi mereka.
Cinta sesama, manusia adalah makhluk sosial yang butuh perhatian dari orang lain, manusia tidak akan dapat hidup sendiri, dan mereka butuh suatu kelompok yang akan memberikan identitas bagi mereka. Cinta pada Tuhan, manusia memiliki naluri keagamaan yang membuat mereka merasakan adanya suatu kekuatan apriori yang Maha Besar, dengan mencintai Tuhan mereka akan merasakan suatu ketenangan rohani atau jiwa yang dapat meredam emosi negatif.
Tanpa cinta manusia akan susah hidup, mereka akan hidup dengan nafsu, dan tentunya kekacauan akan timbul dimana-mana yang pada akhirnya akan menghancurkan mereka sendiri.
Banyak cerita mengenai cinta yang tersebar di seluruh pelosok dunia, para orang tua banyak bercerita mengenai kebaikan-kebaikan orang dahulu yang bersahaja dan ramah tamah, cerita cinta dari Shakespeare “Romeo dan Juliet ” yang melegenda di kalangan para remaja, cerita cinta Sinta dalam Ramayana, dan masih banyak lagi versi-versi mengenai cerita cinta. Baik itu cinta sesama, cinta erotis (lawan jenis), cinta orang tua kepada anaknya, cinta manusia pada Tuhannya dan lain-lain.
Kata cinta, identik dengan kasih sayang. Cinta memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di dalam masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada jalan-Nya.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk, mulai dari cinta seseorang pada dirinya sendiri, istrinya, anaknya, hartanya dan tuhannya. Bentuk cinta ini melekat pada manusia, potensi dan frekuensinya berubah menurut situasi dan kondisi yang mempengaruhinya. Cinta orang tua pada anaknya sangat kuat dan dapat mengalahkan cintanya pada harta benda. Dan yang paling berpengaruh lagi adalah cinta yang sebenar-benarnya pada Tuhan YME.
Sebagai manifestasi perasaan cinta, manusia mempunyai banyak lambang tentang cinta. Lambangnya dapat berbentuk bunga, warna atau cium tangan dll. Cinta tidak mudah diterangkan dan diilustrasikan dengan kata-kata. Ia memiliki daya luar biasa pada diri manusia serta melekat dengan kuat. Cinta dapat sekonyong-konyong muncul, dan hilang sama sekali dan terus tumbuh seperti cintanya orang tua terhadap anaknya. Cinta dapat dilukiskan dengan menolong, melakukan apa saja, memberi, bukan meminta, sebagai dorongan mulia untuk menyatakan eksistensi dirinya kepada orang lain.

Cinta dapat diuraikan menjadi beberapa bentuk yaitu sebagai berikut:
1) Cinta diri
Secara alamiah manusia mencintai dirinya sendiri, dan sebaliknya manusia membenci segala sesuatu yang menghalanginya atau menghambatnya. Manusia benci segala sesuatu yang mendatangkan penderitaan, rasa sakit dan marabahaya lainnya. Cinta diri erat hubungannya dengan menjaga diri. Manusia menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna untuk dirinya sendiri. Namun cinta diri yang berlebihan dapat membawa dampak buruk, karena itu harus diimbangi dengan cinta kepada orang lain.

2) Cinta kepada sesama manusiaï
Cinta terhadap sesama merupakan suatu naluri manusia itu sendiri, selain dari nalurinya untuk bermusuhan dan pembenci. Motivasi seseorang mencintai sesamanya, menurut persepsi sosiologis dikarenakan manusia tidak dapat hidup sendirian. Individu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri dan hal itu akan dapat tutup menutupi dengan orang lain dalam suatu kerja sama. Cinta kepada sesama inilah yang dapat membuat manusia saling bekerja sama dan bermasyarakat. Persatuan dan kesatuan bangsa dapat diciptakan karena hal ini.

3) Rasa kasihan
Kasihan adalah sebuah emosi, yang mempunyai kekuatan untuk mendorong kita bertindak memberikan bantuan kepada orang lain.Rasa kasihan merupakan sentimen, yang dalam hal ini berarti suatu emosi yang abstrak yang tidak membeda-bedakan antara orang yang kita kenal atau tidak. Dengan rasa kasihan, ini menjadikan manusia tetap sebagai ‘manusia’ yang dapat terketuk nuraninya ketika melihat hal-hal tertentu yang butuh uluran kemanusiaan.

4) Cinta Erotis
Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan berteman dengan lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan suatu naluri seksual. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual. Namun apabila penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh cinta kasih maka hanya akan membawa pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan sementara saja. Cinta kasih erotis, apabila benar-benar sebuah cinta sejati, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi lawan jenisnya. Cinta ini terjadi antara dua orang anak manusia berlainan jenis, yang ingin menyatukan diri mereka untuk mengisi kekosongan hidup dan sebagai teman hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan.

♥♥♥

 
Leave a comment

Posted by on April 9, 2010 in Artikel

 

Tradisi Lompat Batu di Pulau Nias

lompatbatu

Lompat batu (hombo batu) merupakan tradisi yang sangat populer pada masyarakat Nias di Kabupaten Nias Selatan. Tradisi ini telah dilakukan sejak lama dan diwariskan turun temurun oleh masyarakat di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari).
Tradisi lompat batu sudah dilakukan sejak jaman para leluhur ,di mana pada jaman dahulu mereka sering berperang antar suku sehingga mereka melatih diri mereka agar kuat dan mampu menembus benteng lawan yang konon cukup tinggi untuk dilompati.
Seiring berkembangnya jaman, tradisi ini turut berubah fungsinya. Karena jaman sekarang mereka sudah tidak berperang lagi maka tradisi lompat batu digunakan bukan untuk perang lagi melainkan untuk ritual dan juga sebagai simbol budaya orang Nias. Tradisi lompat batu adalah ritus budaya untuk menentukan apakah seorang pemuda di Desa Bawo Mataluo dapat diakui sebagai pemuda yang telah dewasa atau belum. Para pemuda itu akan diakui sebagai lelaki pemberani apabila dapat melompati sebuah tumpukan batu yang dibuat sedemikian rupa yang tingginya lebih dari dua meter. Ada upacara ritual khusus sebelum para pemuda melompatinya. Sambil mengenakan pakaian adat, mereka berlari dengan menginjak batu penopang kecil terlebih dahulu untuk dapat melewati bangunan batu yang tinggi tersebut.
Sampai sekarang tradisi ini tetap eksis di tengah budaya moderen yang semakin menghimpit. Semoga saja kita dapat melestarikan budaya ini agar menjadi kebanggaan tersendiri untuk bangsa kita.

Darma.S
(artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas Softskill Ilmu Budaya Dasar)

 
11 Comments

Posted by on April 8, 2010 in Artikel

 

Puisi Soe Hok Gie

Surat Terakhir
oleh: Soe Hok Gie

ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi

ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa..

Makna:
Menurut saya puisi ini cukup romantis dan cerdas. Menceritakan seseorang yang disebut dengan “aku” yang kecewa akan hingar bingar kehidupan di dunia yang ditinggalinya. Sementara orang-orang sibuk memuaskan nafsu duniawinya, tetapi “aku” hanya ingin bersama dengan orang-orang yang disayanginya. Dan di akhir puisi tersebut, penulis ingin menyampaikan bahwa jangan terlalu bernafsu menginginkan hal-hal yang ada di dunia ini lewat kata-kata “kita tak pernah menanamkan apa-apa,kita takkan pernah kehilangan apa-apa”.

 
3 Comments

Posted by on April 5, 2010 in Artikel